Gambaran Umum Diabetes Melitus
Penyakit Diabetes Melitus (DM) yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin yang sesuai dengan kebutuhan yang sangat dibutuhkan oleh organ tubuh.
Banyak alat test gula darah yang diperdagangkan saat ini dan dapat dibeli dibanyak tempat penjualan alat kesehatan atau apotik seperti Accu-Chek, BCJ Group, Accurate, OneTouch UltraEasy machine. Bagi penderita yang terdiagnosa Diabetes Mellitus, ada baiknya bagi mereka jika mampu untuk membelinya.
Penderita diabetes melitus pada umumnya akan mengalami gangguan komplikasi, yang sering terjadi diantaranya gangguan penglihatan mata, katarak, penyakit jantung, sakit ginjal, impotensi seksual, bila mengalami luka maka akan sulit untuk sembuh, infeksi paru-paru, gangguan pembuluh darah, dan stroke. Penyakit diabetes melitus dibagi menjadi empat, yaitu Diabetes Tipe I, Diabetes Tipe II, Diabetes melitus gestasional (GDM), dan diabetes melitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindroma lainnya .
Klasifikasi diabetes mellitus sebagai berikut :
1. Tipe I : Diabetes mellitus tergantung insulin (IDDM)
2. Tipe II : Diabetes mellitus tidak tergantung insulin (NIDDM)
3. Diabetes mellitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom lainnya
4. Diabetes mellitus gestasional (GDM)
Penjelasan:
1. Diabetes tipe I
a. Faktor genetik
Penderita diabetes tidak mewarisi diabetes tipe I itu sendiri; tetapi mewarisi suatu predisposisi atau kecenderungan genetik ke arah terjadinya DM tipe I. Kecenderungan genetik ini ditemukan pada individu yang memiliki tipe antigen HLA.
b. Faktor-faktor imunologi
Adanya respons otoimun yang merupakan respons abnormal dimana antibodi terarah pada jaringan normal tubuh dengan cara bereaksi terhadap jaringan tersebut yang dianggapnya seolah-olah sebagai jaringan asing. Yaitu otoantibodi terhadap sel-sel pulau Langerhans dan insulin endogen.
c. Faktor lingkungan
Virus atau toksin tertentu dapat memicu proses otoimun yang menimbulkan destruksi selbeta.
2. Diabetes Tipe II
Mekanisme yang tepat yang menyebabkan resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada diabetes tipe II masih belum diketahui. Faktor genetik memegang peranan dalam proses terjadinya resistensi insulin.
2.4.1 Etiologi Diabetes Melitus
Penyakit Diabetes mlitus dapat terjadi pada keadaan dimana terjadi gangguan pada sistem metabolisme dalam tubuh dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin. Penderita Diabetes melitus tipe I (diabetes yang tergantung kepada insulin) menghasilkan sedikit insulin atau sama sekali tidak menghasilkan insulin. Sebagian besar diabetes mellitus tipe I terjadi sebelum usia 30 tahun. Para ilmuwan percaya bahwa faktor lingkungan (mungkin berupa infeksi virus atau faktor gizi pada masa kanak-kanak atau dewasa awal) menyebabkan sistem kekebalan menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Untuk terjadinya hal ini diperlukan kecenderungan genetik.
2.4.2 Patofisiologi Diabetes Melitus
Sebagian besar patologi Diabetes melitus dapat dikaitkan dengan satu dari tiga efek utama kekurangan insulin sebagai berikut:
• Pengurangan penggunaan glukosa oleh sel-sel tubuh, dengan akibat peningkatan konsentrasi glukosa darah setinggi 300 sampai 1200 mg/hari/100 ml.
• Peningkatan mobilisasi lemak dari daerah-daerah penyimpanan lemak, menyebabkan kelainan metabolisme lemak maupun pengendapan lipid pada dinding vaskuler yang mengakibatkan aterosklerosis.
• Pengurangan protein dalam jaringan tubuh. Akan tetapi selain itu terjadi di beberapa masalah patofisiologi pada diabetes melitus yang tidak mudah tampak kedalam urin klien. Bila jumlah glukosa yang masuk tubulus ginjal dan filtrasi glomelurus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar